Ismail Marzuki Lirik Lagu, Selamat Lebaran Minal Aidin Wal Faidzin

Ismail Marzuki menciptakan lagu Selamat Lebaran sekitar  tahun 1950-an, setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia di akhir  tahun 1949. 
 
Ismail Marzuki adalah komposer lagu-lagu patriotik Indonesia yang terkenal. Ia lahir pada tanggal 11 Mei 1914 dan tempat kelahirannya di Jakarta, Hindia Belanda.

Ismail tercatat sebagai Komposer sukses kelahiran tahun 1914 pada hari senin. Ia juga masuk dalam daftar orang terkaya se-Indonesia di masanya. Nama depannya adalah "Ismail" dan nama belakangnya adalah "Marzuki".

Ismail Marzuki meninggal pada usia 44 tahun. Pada saat Kekayaan bersih atau pendapatan bersih Ismail Marzuki diperkirakan mencapai $ 1 juta - $ 5 juta dolar. Dia telah menghasilkan banyak kekayaan dari karir utamanya sebagai Komposer.



Ismail Marzuki Lirik Lagu, Selamat Lebaran
 
Setelah berpuasa satu bulan lamanya.
Berzakat fitrah menurut perintah agama.
Kini kita beridul fitri berbahagia.
Mari kita berlebaran bersuka gembira.
 
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan.
Hilang dendam habis marah di hari lebaran.
 
Minal aidin wal faidzin.
Maafkan lahir dan batin.
Selamat para pemimpin.
Rakyatnya makmur terjamin.
 
Dari segala penjuru mengalir ke kota.
Rakyat desa berpakaian baru serba indah.
Setahun sekali naik terem listrik perey.
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore.
Akibatnya tengteng selop sepatu terompe.
Kakinya pada lecet babak belur berabe.
 
Maafkan lahir dan batin.
lang tahun hidup prihatin.
Cari wang jangan bingungin.
lan Syawal kita ngawinin.
 
Cara orang kota berlebaran lain lagi.
Kesempatan ini dipakai buat berjudi.
Sehari semalam main ceki mabuk brandi.
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri.
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate.
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri.
Maafkan lahir dan batin.
lang taon hidup prihatin.
Kondangan boleh kurangin.
Korupsi jangan kerjain.


Ismail Marzuki penulis lagu dan musisi Indonesia yang menulis antara 202 hingga 240 lagu antara tahun 1931 dan 1958, termasuk banyak lagu patriotik yang populer. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah "GugurBunga" dan "RayuanPulauKelapa".

Pada tahun 1968, ia mendapat kehormatan dengan terciptanya Taman Ismail Marzuki yang terkenal (Taman Ismail Marzuki, sering disebut TIM) yang merupakan pusat budaya di Menteng di Jakarta Pusat. Pada tahun 2004 ia dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.



pertama kali lagu selamat lebaran dinyanyikan oleh Didi dengan grup vokal Lima Seirama, lalu menjadi terkenal dan berulang kali dinyanyikan hingga saat ini.

Sebagai lagu lebaran pertama di Indonesia, lagu ini juga turut andil mempopulerkan ucapan "minal aidin wal faidzin", sekaligus memberi warna pada kosa kata baru bahasa populer di Indonesia.

Namun karena diikuti oleh lirik "maafkan lahir dan batin", kalimat tersebut disalahartikan oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini sebagai memaafkan lahir dan batin.

Padahal makna "minal aidin wal faidzin" yang sebenarnya "semoga kita termasuk golongan yang kembali mendapat kemenangan".

Melalui lagu ini, Ismail Marzuki juga memotret realitas kesenjangan sosial pada masa itu. 

Lagu ini pun tercatat sebagai lagu Indonesia pertama yang memuat kata korupsi dalam liriknya, sebagai kritik atas maraknya korupsi di pemerintahan.

Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Selamat Hari Raya Idulfitri 1442 H.