Meng-Upgrade Bantal? Berikut 7 Tanda yang Harus Dipahami

Meng-Upgrade Bantal? Berikut 7 Tanda yang Harus Dipahami

Jika sulit tidur, kemungkinan kita tidur di atas bantal yang sudah usang. Salah satu bagian terpenting dari tempat tidur adalah bantal yang dapat menopang kepala dan leher sepanjang malam untuk memastikan bahwa kita tidak bangun dengan rasa sakit atau kaku.
 
Namun, kebanyakan bantal tidak bertahan selamanya dan akhirnya menjadi rata, keras dll. Seiring waktu, mereka juga menyerap minyak tubuh, rambut, dan sel kulit mati. Menurut National Sleep Foundation , disarankan untuk mengganti bantal setiap 1 atau 2 tahun. Jika tidak, minyak tubuh, rambut, atau sel kulit tersebut dapat menimbulkan bau dan sarang tungau debu, sehingga membuat alergi meningkat.






Datar Seperti Pancake
Salah satu tanda utama bantal tidak lagi menopang kepala dan leher adalah jika bantal tidak lagi empuk. Setelah digunakan secara ekstensif, bantal kehilangan bentuknya dan bisa menjadi datar seperti Pancake. 

Sesuatu Berbau
Seperti kebanyakan barang rumah tangga, bau tak sedap bisa menjadi indikator umum bahwa sudah waktunya untuk mengganti barang tersebut. Dengan bantal, bau yang menyengat bisa berarti bau badan dan bakteri alami telah merembes melalui bahan bantal. Meskipun menjijikkan untuk dipikirkan, mungkin inilah saatnya untuk menggantinya.
 
Hanya Bikin Nyeri dan Sakit Kepala
Jika bantal tidak lagi nyaman digunakan saat tidur, terkadang menyebabkan terbangun dengan rasa sakit kepala di leher, kita harus mencari bantal pengganti . Jika merasa sakit saat bangun tidur, itu bisa berarti bantal kehilangan kekencangan atau pantulannya. Ini juga bisa menjadi pertanda menggunakan bantal yang salah untuk gaya tidur.

Seharusnya Warna Tidak Seperti Itu, bukan?
 
 
Seiring waktu, keringat, minyak tubuh, dan sisa riasan dapat meresap melalui sarung bantal dan masuk ke bantal untuk menodai kain. Jika bantal tidak enak dipandang, ini seharusnya menjadi pertanda, dengan sendirinya, sudah waktunya untuk menganti yang baru. Jangan hanya menutupi perubahan warna dengan sarung bantal bersih.

Banyak Sekali Benjolan
 
 
Bantal yang menggumpal tidak membantu kita mendapatkan istirahat malam yang nyenyak dan merupakan tanda lain kita harus menggantinya. Terlepas dari apakah kita memiliki busa atau bantal tradisional, banyak gumpalan sering kali menyebabkan penyangga yang tidak rata, yang dapat mengganggu tidur dan membuat tidur bolak-balik sepanjang malam, bantal dengan gumpalan tidak dapat memberikan penopang dan kenyamanan yang sama dengan bantal baru.



Apa Gaya Tidurmu?
Posisi tidur yang paling nyaman bagi kita dapat mempengaruhi jenis bantal yang tepat untuk menopang kepala saat tidur. Misalnya, jika kita mantan tipe gaya tidur terlentang yang sekarang menjadi gaya tidur miring, kita mungkin perlu menukar bantal. Bantal untuk tidur punggung membutuhkan ketinggian yang lebih rendah untuk menopang tulang belakang daripada yang dirancang untuk tidur samping. Jika kita tidur menyamping, kita harus memeriksa bantal yang menopang kepala dan leher.

Tes Lipat
Berkat TikTok di luar negeri, saya menemukan trik praktis ini untuk mengetahui apakah kita telah tidur di atas "dead pillow". Video ini menjelaskan bahwa jika kita bisa melipat bantal menjadi dua dan tidak kembali ke bentuk semula, maka inilah saatnya untuk menganti bantal baru. Tanda lain bantal kita sudah selesai: kita harus terus menepuk-nepuk atau mengatur ulang posisinya sepanjang malam.

Memperpanjang Umur Bantal yang Ada
Untuk membantu bantal bertahan lebih lama dalam fungsinya, National Sleep Foundation menyarankan agar kita mencucinya setiap 6 bulan dan menambahkan sarung pelindung antara bantal dan sarung bantal. Menggunakan air panas dan deterjen ringan dapat membantu menyingkirkan tungau debu serta membantu mengatasi masalah bau. Bantal yang bisa dicuci dengan mesin harus dikeringkan sepenuhnya dengan pengaturan panas rendah untuk menghindari tumbuhnya jamur.