Cara Menghilangkan Lemak Visceral, Jahe Mengandung Senyawa yang Membantu Membakar Lemak Perut

Cara Menghilangkan Lemak Visceral, Jahe Mengandung Senyawa yang Membantu Membakar Lemak Perut

Lemak visceral atau viseral, lemak di perut yang berbahaya. Herbal dan rempah-rempah tertentu dikatakan membantu meningkatkan kapasitas pembakaran lemak seseorang.
 
Bersamaan dengan kemampuan pembakaran lemak perut, menekan nafsu makan dan membantu proses metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh merupakan proses kimia yang terjadi di dalam sel tubuh untuk mengubah makanan dan minuman yang kita konsumsi menjadi energi. Energi dibutuhkan oleh tubuh agar sel dan jaringan tubuh tetap sehat, tumbuh dan berkembang, serta fungsinya berjalan dengan baik.
 
Sebanyak 70 persen populasi di beberapa negara sekarang dianggap kelebihan berat badan atau obesitas, apalagi di masa pandemik sekarang.




Memiliki lemak berlebihan di sekitar perut membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami risiko gangguan kesehatan yang serius. Lemak visceral khususnya sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang karena membungkus organ perut jauh di dalam tubuh.
 
Dengan memiliki terlalu banyak lemak jenis ini, seseorang berisiko terkena serangan jantung atau stroke. Menambahkan jahe ke dalam makanan dicampur dengan teh, suplemen, atau ramuan saja, dapat membantu menghilangkan jenis lemak ini. Bagaimana?
 
Menurut ulasan beberapa sumber, senyawa yang disebut zingerone dan shogaols dalam jahe dapat membantu menurunkan berat badan.
 
Senyawa ini mungkin bermanfaat dalam proses tubuh yang kompleks yang membakar dan menyimpan lemak.
 
Satu studi yang menargetkan wanita dengan obesitas menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi dua tablet 1 gram (g) jahe bubuk per hari selama 12 minggu menunjukkan penurunan lemak perut yang signifikan.
 
Kelompok yang mengonsumsi ekstrak jahe juga mengalami penurunan nafsu makan dan ukuran tubuh yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi plasebo. Plasebo adalah jenis obat kosong yang tidak mengandung zat aktif dan tidak dapat memberikan efek apa pun terhadap kesehatan. Plasebo bisa berbentuk pil, suntikan, atau beberapa jenis lain dari pengobatan “palsu”.
 
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, pengaruh asupan jahe terhadap penurunan berat badan pada subjek yang kelebihan berat badan dan obesitas dianalisis.
 
Studi tersebut mencatat: “Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba terkontrol secara acak (randomized controlled trials) ini dilakukan untuk meringkas efek asupan jahe pada penurunan berat badan, kontrol glycaemic dan lipid profiles di antara subjek yang kelebihan berat badan dan obesitas.
 
"Secara keseluruhan, meta-analisis saat ini menunjukkan bahwa asupan jahe mengurangi berat badan, rasio pinggang ke pinggul, rasio pinggul, fasting glucose, tetapi tidak mempengaruhi insulin, triglycerides, kadar kolesterol total dan LDL."
 
Tingkat HDL kurang dari 40 mg/dL justru menaikkan risiko penyakit jantung. Karena sifatnya yang jahat, LDL atau kolesterol jahat sebaiknya berada pada tingkat yang rendah atau dapat ditoleransi tubuh, yaitu kurang dari 100 mg/dL. Jumlah LDL 100-129 mg/dL dapat dikatakan sebagai ambang batas toleransi.
 
Studi tersebut menunjukkan bahwa suplementasi dengan jahe secara signifikan menurunkan berat badan dan lemak perut.
 
Dalam penelitian lain, efek jahe untuk anti-obesitas dan penurunan berat badan diselidiki.
 
Sebagian besar studi eksperimental mendukung efek penurunan berat badan ekstrak atau bubuk jahe pada model hewan yang mengalami obesitas, sedangkan hasil studi klinis terbatas yang tersedia menunjukkan tidak ada perubahan atau sedikit perubahan dari pengukuran anthropometric dan komposisi tubuh pada subjek dengan obesitas, catat penelitian tersebut.



Ia menambahkan: "Jahe dapat memodulasi obesitas melalui berbagai mekanisme potensial termasuk meningkatkan termogenesis, meningkatkan lipolisis, menekan lipogenesis, menghambat penyerapan lemak usus, dan mengendalikan nafsu makan."
 
Studi tersebut menyimpulkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak sekaligus menurunkan penyerapan lemak dan nafsu makan.
 
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
 
Situs kesehatan melanjutkan: “Senyawa dalam jahe memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Mereka dapat membantu seseorang membakar lemak dan mengatur gula darahnya.
 
“Namun, dukungan penelitian untuk efek penurunan berat badan jahe terbatas, dan oleh karena itu diperlukan lebih banyak penelitian tentang khasiatnya.
 
“Jahe mudah dimasukkan ke dalam makanan maupun minuman sebagai campuran teh. Seseorang juga dapat memilih untuk mengonsumsi jahe sebagai kapsul. ”
 
Cara membuat teh jahe untuk membantu menghilangkan lemak visceral
  • Potong jahe seukuran jari kelingking seseorang.
  • Tempatkan jahe potong kecil-kecil dalam 150 mililiter air mendidih.
  • Rebus selama lima hingga 10 menit, lalu saring sebelum diminum.