Lionel Andres Messi, Kisah Hidup Perjalanan Cinta dan Karir

Lionel Andres Messi, Kisah Hidup Perjalanan Cinta dan Karir

Tanpa sadar Messi memiliki hutang budi besar terhadap La Blaugrana, untuk itu Messi sulit untuk pindah klub, bisa jadi masa karirnya di sepak bola akan stay di FC Barcelona. Messi tidak ambil pusing meskipun Neymar mengajaknya ke PSG dan dapat tawaran gaji fantastis 922 ribu euro (Rp15 miliar) per-pekan atau reuni dengan pelatih lamanya Pep Guardiola dengan bergabung di Man City, penyerang ini tetap tak akan bergeming dari tempatnya.
 
Lionel Andres Messi, lahir pada bulan Juni tanggal 24 tahun 1987 di Rosario, Argentina. Messi merupakan anak dari Jorge Messi dan Celia Cuccittini. Messi anak ketiga dari empat bersaudara.

Kabarnya, pemerintah Argentina saat ini melarang penggunaan nama "Messi" setelah terjadi kasus legalitas nama di Rosario, kampung halaman Messi. Kisah ini bermula ketika Hector Varela dari Rio Negro berkelahi dengan pemerintah untuk diberi izin menamai putranya Messi Daniel Varela. Dia meminta nama "Messi" dan bukan "Lionel" karena dia merasa nama itu lebih cocok jika dia ingin menggunakannya sebagai penghargaan. Varela kemudian dengan bangga mengatakan bahwa dia adalah ayah Messi.

Sekarang, untuk mencegah orang tua yang membanjiri mengikutinya, undang-undang baru telah dirancang yang membuat nama "Messi" ilegal. Peraturan sipil ini mengantisipasi banjir aplikasi serupa dan memilih untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap apa yang berpotensi menjadi fenomena sosial.

Kehidupan keluarga Messi biasa-biasa saja. Ayahnya hanyalah pekerja pabrik sedangkan ibunya adalah petugas kebersihan.

Messi kecil mulai menunjukkan minat pada sepak bola saat bermain dengan saudara laki-laki dan sepupunya. Namun perlu diingat jika yang mengajari Messi menendang bola adalah neneknya. Messi mengaku jika sang nenek merupakan sosok yang sangat luar biasa.

Insting sang nenek lebih tajam dari ayahnya, dalam melihat bakat yang ada dalam dirinya. Suatu hari di tahun 1992, sang nenek mendatangi pelatih klub lokal, Grandoli, Salvador Aparicio. Saat itu, neneknya berpesan kepada Aparicio untuk memperhatikan kehebatan cucunya. Dan momen itu benar-benar dikenang oleh sang pelatih.

Tempat tinggal pelatih “Aparicio” hanya berjarak beberapa blok dari rumah keluarga Messi. Sebagai tetangga yang baik, Aparicio memenuhi permintaan nenek Messi untuk menguji kemampuan cucunya. Nyatanya Aparicio sendiri sudah sering menyaksikan Messi saat ia menendang bola ke tembok, trotoar, atau apapun yang ada di lingkungannya.

Tiga tahun kemudian, pada tahun 1995, Messi berhasil menembus klub anak-anak milik Newell's Old Boys, salah satu dari dua klub besar di Provinsi Santa Fe. Dari sanalah cerita tentang anak-anak yang memiliki bakat sebesar Maradona mulai tersebar luas.

Penggemar Newell's Old Boys menjulukinya Messi, El Enano (si kurcaci), sedangkan kakak laki-lakinya, Rodrigo, memanggilnya El Pulga (si kutu). Kedua julukan itu merujuk pada fisik mungil Messi, namun merepotkan setiap pemain tim lawan.
 
Lionel Messi Amazing Skills & Goal 




Sementara itu, Carlos Morales, pelatih yang telah bekerja dengan Messi selama empat tahun di Newell's, mengenang murid kesayangannya itu sebagai pemain yang pendiam.

Neneknya tentu sangat bangga. Upaya memompa bakat cucu tidak sia-sia. Sayangnya sang nenek tidak bisa melihat perkembangan Messi lagi. Dia meninggal pada tahun 1998 ketika Messi masih di Newell's Old Boys.

Untuk menghormati jasa salah satu orang yang paling dicintainya, Messi kerap melakukan selebrasi dengan mengangkat kedua tangan ke atas. Hal tersebut tentunya dilakukan untuk mempersembahkan gol yang dicetak kepada sang nenek.

Tak lama setelah kematian neneknya, orang tua Messi baru menyadari bahwa anaknya mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Mereka kemudian membawanya ke rumah sakit dan menemukan Messi menderita kelainan hormon yang menyebabkan pertumbuhannya terhambat.

Terlahir dalam kondisi pas-pasan dengan ayah yang hanya seorang buruh pabrik dan seorang ibu yang hanya paruh waktu sebagai petugas kebersihan membuat Messi tak pernah menyangka dirinya bisa menjalani perawatan hormon pertumbuhan.

Namun pada akhirnya, Jorge mengandalkan asuransi kesehatan keluarga dan asuransi dari perusahaannya untuk membeli hormon demi kesembuhan Messi. Biayanya 1.000-1.500 USD atau sekitar 9,5-14 juta rupiah. Saat krisis ekonomi melanda Argentina, perusahaan Jorge pun terkena imbasnya.

Jorge tidak lagi memiliki lebih banyak uang untuk membayar kesehatan putranya. Presiden Newell, Sergio Almiron, juga angkat tangan dan hanya bisa membantu dengan mengirimkan uang sebesar 200 peso kepada Jorge atau sekitar 500 ribu rupiah sebanyak dua kali.



Jorge kemudian berinisiatif memboyong Messi ke klub yang lebih besar, yakni River Plate, salah satu klub ternama di ibu kota negara, Buenos Aires. Namun, River menolak karena tak mampu menanggung biaya pengobatan Messi.

Secercah harapan pun datang setelah Lionel Messi diminati oleh direktur teknik FC Barcelona, Charly Rexach. Charly mendengar bahwa ada seorang anak berusia 13 tahun yang memiliki kemampuan seperti Diego Maradona.

Messi pun sempat mendemonstrasikan permainannya di hadapan Charly Rexach. Pria itu sakit parah. Messi dan ayahnya berada di markas Barcelona selama dua minggu. Setelah itu, sang ayah, Jorge menggertak dengan meminta Blaugrana segera mengontrak anaknya atau negosiasi ini tidak akan terulang lagi.

Akhirnya dengan serbet restoran bermodal kertas, Lionel Messi menandatangani kontrak pertamanya dengan FC Barcelona.

Belakangan, kedua belah pihak bersyukur atas kesepakatan yang telah mereka buat. Messi mendapat perawatan medis dan mendapatkan tempat yang tepat untuk bakatnya, sedangkan Barcelona mendapat layanan khusus dari Messi. Tinggi badan Messi di usianya saat ini juga mencapai 1,7 meter, melebihi banyak yang hanya 1,5 meter seperti diagnosis awal.

Mulai bermain di akademi La Masia, Messi dianggap bungkam oleh rekan satu timnya karena jarang berbicara. Meski begitu, Messi justru menjadi yang paling menonjol dan mulai berinteraksi dengan orang lain. Bakatnya dianggap istimewa dan mendapat banyak sanjungan.

Dalam rutinitasnya berlatih sepak bola, Lionel Messi terus menjalani perawatan berupa suntikan di kakinya. Kebiasaan itu berlanjut hingga Messi berusia 16 tahun. Dia melakukan debutnya dengan tim utama FC Barcelona dalam pertandingan persahabatan melawan FC Porto. Penampilannya yang mengesankan membuat banyak orang terkesan dan rekan setimnya saat itu, Ronaldinho terkesan.

Perlu diketahui bahwa Ronaldinho juga merupakan sahabat pertama Lionel Messi saat berhasil masuk ke tim senior FC Barcelona.

Sejak promosinya ke tim senior Barcelona pada 2004, Messi menjadi andalan klub Catalonian tersebut. Namun Messi mengaku canggung di awal karirnya bersama tim utama, terutama di awal ruang ganti bersama pemain senior.

Dia kemudian didekati oleh Ronaldinho. Ronaldinho mengaku tak sulit menerima Messi di ruang ganti Barcelona. Gelandang serang yang meninggalkan Camp Nou pada 2008 ini menganggap Messi sebagai sosok yang mudah disukai.

Sikap Ronaldinho yang memeluk Messi di awal karirnya bersama tim senior membuat pemain Argentina itu mudah beradaptasi.

Hingga tepatnya pada tanggal 1 Mei 2005, Lionel Messi menandai gol pertamanya untuk FC Barcelona dalam pertandingan melawan Albacete. Golnya saat itu juga menjadikannya pencetak termuda untuk FC Barcelona.

Setelah bermain sebagai pemain pengganti, Messi menemukan tempat utamanya di musim 2006 dan 2007. Dia selalu menjadi pilihan pertama pelatih yang mampu meraih gelar luar biasa di musim 2008 dan 2009.

Perlu juga dicatat bahwa Lionel Messi melakukan debutnya untuk Tim Nasional Argentina pada usia 18 tahun pada tahun 2005. Ia menjadi pemain pengganti pada menit ke-65 dalam pertandingan melawan Hongaria.

Sayangnya, debut La Pulga hanya bertahan kurang dari satu menit karena terlibat insiden dengan pesepakbola Hongaria, Vilmos Vanczak. Gara-gara kejadian tersebut, Messi harus rela keluar lapangan lebih cepat usai menerima hadiah kartu merah dari wasit.

Pada musim 2008 dan 2009 bersama Barcelona, Messi sukses membantu La Blaugrana meraih treble pertamanya. Ia menjadi pemain penting dan semakin dikenal di seluruh dunia. Berkat prestasinya yang luar biasa, Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia. Dia memenangkan Ballon D'or pertamanya pada usia 22 dan menjadi awal dari empat gelar berikutnya.
 
Lionel Messi Goals, Skills



Musim demi musim, Lionel Messi terus menunjukkan performa gemilang. Rentetan gol yang ia ciptakan berhasil membantu Barcelona meraih berbagai gelar bergengsi. Pencapaian gol terbaiknya ia raih pada 2012. Saat itu, La Pulga sukses menjebol gawang lawan sebanyak 91 kali. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah sepakbola dunia.

Dari 91 gol yang dicetak Lionel Messi pada 2012, 81 di antaranya dicetak menggunakan kaki kiri. Sedangkan 14 tercipta dari eksekusi penalti dan enam lainnya tercipta melawan Bayer Leverkusen.

Lionel Messi melewati tahun 2012 dengan rekor bagus setelah membuat 91 gol di semua kompetisi. Ia memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu tahun kalender yang sebelumnya dilakukan Gerd Muller dengan 82 gol dan Pele yang mencetak 75 gol.

Karena terus menjadi pemain penting bagi kubu La Blaugrana, Messi sukses menyumbangkan gelar La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions Eropa, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub. Dia meraih semua gelar ini lebih dari sekali.

Selain berprestasi di lapangan, Lionel Messi juga mampu meraih berbagai hal menarik saat berada di luar lapangan. Salah satunya ketika ia berhasil merebut hati wanita impiannya sejak kecil, Antonella Rocuzzo.

Meski menikah dengan pasangan hidup yang merupakan cinta masa kecil mungkin hampir mustahil, Lionel Messi menjadi sebuah anomali.

Messi adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil mengubah "Cinta Monyet" menjadi cinta sejati. Sang superstar menikahi Antonella Roccuzzo. Wanita yang dicintainya sejak dia berumur sembilan tahun.

Kisah cinta Messi dimulai pada tahun 1996. Messi yang saat itu baru berusia sembilan tahun sudah memiliki hubungan yang erat dengan keluarga Antonella. Dia adalah teman sepupu Antonella, Lucas Scaglia.

Kedekatan dengan Sciglia sebagai tandingan Messi. Kerap bermain dengan Sciglia, Messi akhirnya bertemu Antonella. Momen itu terjadi saat Messi dan Sciglia sedang berjalan-jalan di sungai Parana. Saat itu, Antonella ingin bergabung dengan keduanya untuk jalan-jalan.

Meski sempat putus hubungan karena berpisah jarak, Antonella akhirnya memutuskan pindah ke Barcelona dan tinggal bersama Messi. Sejak saat itu, kebersamaan Messi dan Antonella berlanjut hingga saat ini.

Hubungan mereka akhirnya berlanjut ke altar. Messi dan Antonella memutuskan menikah pada Juni 2017. Keduanya kini dikaruniai tiga anak bernama Thiago, Mateo, dan Cyrus.

Selain memiliki kemampuan bermain sepak bola yang luar biasa dan kisah cinta yang luar biasa, Lionel Messi ternyata juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Di tahun 2010, Messi bahkan ditunjuk sebagai Duta Anak UNICEF, yang artinya ia memiliki pengaruh besar dalam bekerja dengan mempromosikan agenda yang sangat penting.

UNICEF sendiri merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengkhususkan diri dalam membantu anak-anak dengan menjalankan program untuk anak dan mempromosikan hak anak di seluruh dunia. Hal ini terlihat dari bagaimana ia mengunjungi Argentina, Haiti, dan Kosta Rika untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah hidup atau mati yang dihadapi anak-anak di dunia.

Bukti lebih lanjut dari dukungan Messi untuk misi UNICEF dapat dilihat dari saat ia menyumbangkan uang untuk rumah sakit anak-anak di kampung halamannya, Rosario. Pada 2013, ia tercatat telah mendonasikan 600 ribu euro atau Rp 9 miliar ke rumah sakit yang berada di kawasan itu.

Kemudian sekitar tahun 2018, Messi terlibat dalam pembangunan Cancer Center di Rumah Sakit Sant Joan de Deu, Barcelona. Di sela-sela kesibukannya bersama FC Barcelona, hati Messi pun tergerak untuk membantu anak-anak penderita kanker.

Tepat pada Oktober 2018, Messi meletakan batu pertama Rumah Kanker di Rumah Sakit Sant Joan de Deu, Barcelona. Messi secara simbolis memulai pembangunan fasilitas perawatan untuk anak-anak penderita kanker.

Setelah berkecimpung di dunia sepak bola dan melakukan hal-hal luar biasa lainnya, Lionel Messi akhirnya resmi dinobatkan sebagai atlet dengan bayaran tertinggi.

Majalah Forbes merilis daftar atlet dengan bayaran tertinggi di dunia pada tahun 2019, dengan sejumlah nama akrab masuk 10 besar. Label atlet terkaya diambil dari sejumlah pendapatan atlet mulai dari hadiah uang, gaji, dan sponsor. dari Juni 2018 hingga Juni 2019. Sebanyak 100 atlet terkaya berasal dari 10 cabang olahraga dan dari 25 negara.

Dalam daftar 2019, Lionel Messi menempati posisi teratas untuk pertama kalinya dengan total pendapatan 127 juta USD atau setara 1,8 triliun rupiah. Ia mampu mengungguli Cristiano Ronaldo yang duduk di langkah kedua.

Pencapaian tersebut terasa sepadan dengan apa yang telah dilakukan Messi selama ini. Meski telah berkarya selama lebih dari 10 tahun di dunia sepak bola, Lionel Messi tetap mampu tampil konsisten dan masih menjadi andalan La Blaugrana.