Rambut Rontok, Mana yang Akan Digunakan Minyak Kelapa atau Minyak Bunga Matahari?

Rambut Rontok, Mana yang Akan Digunakan Minyak Kelapa atau Minyak Bunga Matahari?

Rambut yang jatuh saat menyisirnya bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan, terutama jika tampak lebih rontok dari biasanya. Penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat membantu meminimalkan kerontokan rambut dibandingkan minyak bunga matahari, tetapi apakah itu benar?
 
Rambut rontok biasanya tidak perlu dikhawatirkan umumnya kita kehilangan antara 50 dan 100 rambut sehari, tanpa disadari. Rambut rontok terjadi ketika siklus pertumbuhan alami rambut berubah.
 
Siklus ini mencakup tiga fase - androgen (pertumbuhan rambut), catagen (fase transisi), dan telogen (rambut rontok) . Dua hormon, testosteron dan dihidrotestosteron, dapat menurunkan fase pertumbuhan rambut dan meningkatkan kerontokan rambut.






Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perawatan dengan minyak kelapa "mencegah kerusakan pada berbagai jenis rambut",  Berdasarkan penelitian ini, para peneliti dari Nature Care Division di Mumbai, India, membandingkan keefektifan minyak kelapa dibandingkan dengan minyak bunga matahari pada rambut. Mereka menjelaskan minyak kelapa termasuk dalam studi ini "karena secara luas digunakan dalam formulasi pembuatan minyak rambut". Penggunaan minyak bunga matahari juga diteliti karena menjadi "minyak dasar kedua yang paling banyak digunakan dalam industri minyak rambut".
 
Memanfaatkan minyak kelapa dan bunga matahari, dilakukan pengujian dengan beberapa peserta yang harus menggunakan perawatan sebagai produk perawatan pra-cuci dan pasca-cuci.
 
"Di antara kedua minyak tersebut, minyak kelapa adalah satu-satunya minyak yang ditemukan dapat mengurangi hilangnya protein secara signifikan untuk rambut yang tidak rusak dan rusak," kata tim peneliti.
 
"Minyak bunga matahari tidak terlalu membantu mengurangi hilanganya protein dari rambut."
Perbedaan hasil dapat dikaitkan dengan "komposisi masing-masing minyak".
 
"Minyak kelapa, sebagai triglyceride of lauric acid (principal fatty acid), memiliki afinitas tinggi untuk protein rambut," jelas para peneliti.
 
"Dan karena berat molekulnya yang rendah dan rantai liniernya yang lurus, ia mampu menembus ke dalam batang rambut."
 
"Dalam kasus minyak bunga matahari, meskipun merupakan trigliserida dari asam linoleat, karena strukturnya yang besar, ia tidak menembus serat maupun batang rambut, akibatnya tidak memberikan dampak yang menguntungkan pada rambut yang kehilangan protein."
 
Spesialis perawatan rambut Philip Kingsley menambahkan: "Jika rambut tidak mendapatkan cukup protein melalui makanan yang dikonsumsi, kemungkinan rambut akan mengalami kerontokan yang berlebihan (telogen effluvium)."
 
Protein sangat penting untuk membantu membangun sel-sel rambut, dengan "85 persen rambut kita" terdiri dari protein yang disebut keratin.
 
"Protein makanan adalah bahan penyusun rambut, mereka membuat rambut kuat dan membantu mempertahankannya dalam fase pertumbuhan (anagen).
 
Oleh karena itu, jika kita ingin meminimalkan risiko rambut rontok, makan protein sangat penting.
 
Makanan kaya protein
  • Telur
  • susu
  • Yoghurt
  • makanan laut
  • Ayam
  • Jeroan (jangan berlebihan, karena mengandung kolesterol tinggi)
  • Kedelai
  • Biji-bijian seperti biji chia dan jelai (barley)
  • kacang polong, kacang almond, kacang tanah, buncis, dan kacang kedelai
  • Brokoli
  • Gandum
  • Tahu dan tempe



Untungnya, rambut rontok karena kekurangan protein bersifat "reversibel", menurut Philip Kingsley.
Makan "setidaknya 120g" makanan kaya protein dengan sarapan dan makan siang bisa membuat rambut segar tumbuh kembali.
 
"Asam amino (protein) yang ditemukan dalam putih telur adalah bentuk protein yang paling lengkap dan mudah diserap tubuh," kata Philip Kingsley, menambahkan bahwa dua telur sehari dapat mengatasi kerontokan rambut.
 
 
 
Namun, jika rambut rontok bukan karena kekurangan protein, tetapi karena usia menua, pengobatan dan perawatan mungkin diperlukan. Rambut rontok dan rambut menipis dianggap normal, seringkali terjadi seiring dengan penuaan. Meskipun tidak ada pengobatan yang 100 persen efektif, teh hijau cukup menjanjikan.