Review Film Veronica, Kisah Nyata Tentang Kasus Kematian Misterius yang Belum Terungkap

Review Film Veronica, Kisah Nyata Tentang Kasus Kematian Misterius yang Belum Terungkap

Pada tahun 2017, Netflix merilis film berbahasa spanyol ini disutradarai oleh Paco Plaza yang berlatar tahun 1991 di Madrid. Dibintangi oleh sejumlah pemain spanyol terkenal yaitu Sandra Escacena, Bruno Gonzalez, dan Claudia Placer, Film Veronica yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini menjadi salah satu tayangan film paling menakutkan yang pernah ada. 
 
Film Veronica  berdasarkan kisah nyata tentang kasus meninggalnya secara misterius seorang gadis muda yang belum terpecahkan di Madrid pada tahun 1992 bernama Estefania Gutierrez Lazaro setelah menggunakan papan Ouija. Penyelidikan dari pihak Polisi tidak pernah bisa membongkar kasus tersebut.




Dikabarkan estefania mencoba melakukan ritual pemanggilan arwah di sekolah untuk menghubungi almarhum pacar salah satu temannya yang meninggal dalam kecelakaan sepeda motor.
 
Menurut cerita, Estefania mulai menderita kejang dan halusinasi selama enam bulan berikutnya. Dia mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia melihat sosok bayangan "jahat" dikamarnya. Estefania lalu dibawa ke dokter oleh orang tuanya. Sejak dia meninggal di rumah sakit, kematiannya tetap tidak dapat dijelaskan. Akhirnya orangtuanya melaporkan ke pihak kepolisian bahwa setelah kematiannya rumah mereka menjadi berhantu.
 
Film Veronica yang diputar Sinema Dunia Kontemporer di Festival Film Internasional Toronto 2017 itu dengan cepat meningkat karena para remaja merasa dihantui oleh kekuatan supernatural yang jahat. Film ini juga menampilkan musik yang menggelegar dan efek suara yang aneh, objek bergerak dan, bahkan, seorang biarawati buta yang merokok. Ini membuat pemirsa bertanya-tanya apakah yang terjadi itu asli nyata atau hasil imajinasi Veronica. 
 
Kisah bermula yakni Ada seorang gadis berusia 15 tahun bernama Veronica yang tinggal bersama ibu dan tiga saudara kandungnya di sebuah apartemen di distrik kelas pekerja di Vallecas, Madrid.
Mereka kehilangan ayahnya yang  meninggal baru-baru ini sehingga ibunya harus  bekerja berjam-jam di bar untuk menghidupi anak-anaknya.
 
Karena kondisi tersebut memaksa Verónica untuk ikut bertanggung jawab atas adik-adiknya, yakni si kembar Lucia dan Irene, juga Antonito.
 
Saat itu terjadi gerhana matahari disana, gurunya menjelaskan bahwa Adanya beberapa budaya kuno yang menggunakan gerhana untuk melakukan pengorbanan dari manusia dan pemanggilan roh hitam.
Di saat sekolah berkumpul di atas atap untuk melihat fenomena gerhana, Veronica bersama temannya Rosa, dan teman sekelasnya Diana pergi ke ruang bawah tanah untuk melakukan pemanggilan arwah menggunakan papan Ouija. 



Veronica sendiri ingin mencoba menghubungi almarhum ayahnya, namun Diana ingin memanggil dan mendatangkan arwah mendiang pacarnya yang telah meninggal akibat kecelakaan. Ternyata, saat mereka akan memanggil arwah pacar Diana yang telah mati dan arwah ayah Veronica. Apesnya, papan tersebut yang akan digunakan malah memanggil iblis.

Tangan Veronica tetap berada di atasnya, dan pada saat gerhana, cangkirnya pecah, jarinya terpotong dan darah menetes ke papan.

Veronica menjadi tidak sadar, Rosa berusaha mendekati untuk menyadarkan, dan tanpa disadari tiba-tiba mengeluarkan jeritan setan.

Veronica terbangun dari pingsan berada di kantor perawat sekolah. Sejak memainkan papan tersebut saat ini Veronica sering tertimpa masalah dan kejadian buruk serta kejadian mistis, bukan hanya dirinya hampir seluruh keluarganya juga diancam dan diganggu iblis dari papan Ouija itu.

Ironisnya, kejadian tersebut hanya menimpa Veronica, kedua temannya tidak mengalami hal aneh apapun. Akhirnya Veronica terus berusaha mencari cara untuk lepas dari gangguan gaib itu.

Pesan moral dari film ini diharap jangan menonton sendiri, apalagi ditenggah malam. Serem…..