Manfaat, Ketentuan dan Niat Puasa Rajab

Manfaat, Ketentuan dan Niat Puasa Rajab

Tahukah kita, kalau Bulan Rajab tahun ini jatuh pada 13 Februari 2021. Bulan rajab dalam kalender Hijriah akan berakhir pada 14 Maret 2021. Setelahnya, kalender Hijriah akan memasuki bulan Sya'ban. Bulan Rajab menurut agama islam merupakan bulan yang diagungkan Allah SWT. Sebab terjadinya Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW terjadi saat Bulan Rajab.
 
Bulan Rajab merupakan bulan Haram atau sering disebut bulan yang disucikan. Bulan Haram itu sendiri terdiri dari 4 bulan yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.




Puasa Rajab merupakan puasa sunah yang sering dilakukan umat Islam pada bulan Rajab. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada semua umat muslim untuk menjalankan ibadah terutama dzikir, doa, salat sunnah dan puasa Rajab. Rasulullah mengawali bulan Rajab dengan berpuasa.
 
Sebagian umat muslim percaya bahwa menunaikan puasa Rajab merupakan sunnah dan bagi yang menjalankan memperoleh kemuliaan. Namun, di sisi lain ada beberapa orang beranggapan bahwa puasa Rajab tidak dianjurkan, atau bid’ah (perbuatan mengada-ngada) karena tidak ada dalil yang membolehkannya.
 
Kenapa Dinamakan bulan haram? karena pada bulan ini diharamkan untuk tidak berperang, terkecuali pihak musuh yang memulai dan juga sebagai penghormatan. Sebagai penghormatan maksudnya, jika ada prilaku dan perbuatan haram yang dilanggar, maka pada bulan ini tingkatan dosanya lebih berat daripada bulan-bulan lainnya.
 
Untuk itu, Allah SWT memperingatkan umat Muslim agar tidak melakukan perbuatan maksiat pada bulan bulan ini.
 
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Taubah: 36
 
Rajab memiliki kata “tarjib” yang artinya memuliakan. Zaman dahulu Masyarakat Arab memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab juga disebut “Al-Ashobb” karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Rajab bisa juga dipanggil “Al-Ashomm” karena tidak terdengar gemerincing senjata untuk berperang pada bulan ini. Boleh juga disebut “Rajam” karena musuh dan setan dilempari sehingga mereka tidak dapat menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

BERIKUT KEUTAMAAN, KETENTUAN DAN NIAT PUASA RAJAB.
 
Niat Puasa Rajab
 
Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta’alaa
 
“Artinya: Saya niat puasa sunah rajab esok hari karena perintah Allah SWT.”
 
Keutamaan Menjalankan Puasa Rajab
Sebuah riwayat dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka ia bagaikan melaksanakan puasa setahun, bila ia berpuasa tujuh hari, maka ditutup pintu pintu neraka jahannam untuknya, bila melakukan puasa delapan hari, maka untuknya dibukakan delapan pintu surga dan bila berpuasa sepuluh hari, maka Allah SWT akan mengabulkan segala permintaannya.
 



Ketentuan Puasa Bulan Rajab
Hukum menjalankan ibadah puasa Rajab adalah sunnah. Yang mana artinya, bagi yang menjalankan puasa Rajab mendapat pahala dan keutamaan di sisi Allah SWT serta tidak berdosa jika tidak dikerjakan.
 
Untuk menjalankan ibadah puasa Rajab boleh dilakukan pada hari apa saja di bulan Rajab. Ketentuan dan cara menjalankan puasa Rajab sama seperti puasa sunah pada umumnya. Yaitu, diawali dengan niat, lalu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau ditandai dengan azan Subuh dan azan Magrib.

Catatan
(Siapa pun yang berpuasa pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu di bulan-bulan haram, pahala perbuatan ibadah dua tahun dicatat untuknya.) [Tabarani]

(Rajab adalah bulan yang hebat. Allahu ta'ala melipatgandakan perbuatan baik berkali-kali lipat dalam bulan ini. Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab mendapat pahala seolah-olah dia berpuasa selama satu tahun. Barangsiapa berpuasa tujuh hari, pintu Neraka tertutup baginya. Barangsiapa berpuasa delapan hari, delapan hari gerbang surga terbuka baginya. Siapapun yang berpuasa sepuluh hari, Allahu ta'ala mengabulkan apa yang diinginkannya. Barangsiapa berpuasa lima belas hari, “Dosa masa lalumu telah diampuni.”) [Tabarani]