Kisah Hidup dan Perjalanan Karir Luis Suarez

Kisah Hidup dan Perjalanan Karir Luis Suarez

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan sosok pemain bola Luis Suarez, pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan pemain yang satu ini, pemain asal Uruguay ini dikenal sebagai salah satu striker sangat tajam yang ada saat ini. kemampuannya mencetak gol sangat tinggi. Pemain berjuluk “El Pistolero” itu saat ini bermain untuk Atletico Madrid setelah keluar dari tim raksasa Spanyol, FC Barcelona. Rangkaian golnya saat itu membantu Barcelona memenangkan berbagai gelar. 
 
Luis Suarez menikah dengan Sofia Balbi yang sudah dikenalnya sejak usia 15 tahun, dinikahinya saat masih bermain di Ajax Amsterdam. Tahun 2009 merupakan tahun yang membahagiakan bagi kedua pasangan. Hubungan mereka dikaruniai tiga orang anak yakni Delfina yang lahir pada 5 Agustus 2010 dan Benjamin lahir 26 September 2013, serta Lauti yang lahir 23 Oktober 2018.




Lalu bagaimana dengan kisah hidup seorang Luis Suarez?. 

Luis Alberto Suarez Diaz lahir pada tanggal 24 Januari 1987 di Salto, Uruguay. Suarez lahir dari pasangan Rodolfo Suarez dan Sandra Suarez beragama Roman Catholic. Ayahnya adalah mantan tentara dan pemain sepak bola yang pernah berseragam Deportivo Artigas. Keluarga Suarez kemudian pindah ke Montevidio untuk mencari pekerjaan saat Suarez baru berusia 7 tahun.
 
 
 

Luis Suarez lahir dari keluarga miskin. Dia memiliki tujuh saudara kandung. Kakak tertuanya, Paolo Suarez, adalah pesepakbola profesional yang bermain untuk salah satu klub di Guatemala. Masa kecil Luis Suarez sangat akrab dengan kemiskinan, bahkan untuk membeli sepasang sepatu bola ia tidak mampu membelinya. Namun, Luis Suarez tidak mempermasalahkan hal ini. Karena kecintaannya pada sepak bola, dia terus bermain sepak bola bahkan di jalanan.
 
 

Selain masalah kemiskinan, Luis Suarez juga dilanda masalah lain, yakni ketika orang tuanya memutuskan berpisah. Saat itu, usianya masih 9 tahun dan ia harus menjalani hari-hari sebagai anak yang tidak begitu merasakan cinta kedua orang tuanya.

Penderitaannya terus berlanjut. Karena tidak tahu cara mencari makan, ia kemudian memilih bekerja sebagai penyapu jalan.

Meski begitu, ia tetap terus menekuni hobinya bermain sepak bola dengan bergabung di Urreta FC. Di timnya, Luis Suarez mencetak hattrick di laga pertamanya. Luis Suarez masuk sebagai pemain pengganti dan berhasil mengejutkan banyak pihak.

Berkat bakatnya yang luar biasa, ia kemudian dikontrak oleh Club Nacional. Luis Suarez ditemukan oleh pencari bakat akademi Nacional, Wilson Perez. Selama belajar sepak bola, Suarez terus berkarya untuk bisa mengurangi beban keluarganya.

Luis Suarez berada di titik kejenuhan. Meski masih bersemangat dan bertalenta, emosinya hampir tak terkendali. Ia sering marah, mengamuk hingga meminum minuman alkohol dengan alasan mencari kedamaian dan ketenangan.

Pada akhirnya ada satu hal yang benar-benar merubah hidupnya. Di usia 15 tahun, Luis Suarez jatuh cinta pada seorang wanita bernama Sofia. Keduanya berkenalan dan memiliki hubungan khusus. Sofia memberikan pengaruh yang sangat positif bagi kehidupan Luis Suarez. Ia mulai meninggalkan kebiasaan buruknya dan fokus mencari pekerjaan yang lebih baik. Hal ini dilakukannya untuk menghemat uang guna melanjutkan hubungannya dengan Sofia. Luis Suarez menyadari bahwa dirinya hanyalah pesepakbola amatir yang juga bekerja sebagai penyapu jalan. Setidaknya, uang yang terkumpul dapat sedikit membantu mengubah penampilannya.

Tak hanya itu, Sofia juga membantu Luis Suarez untuk menjaga bentuk tubuhnya. Wanita idamannya itu sering memberi Luis Suarez makanan sehat dan mendorongnya untuk terus hidup sehat. Dengan begitu, penampilannya akan terus membaik.

Dengan perlakuan luar biasa yang diberikan Sofia, penampilan hingga permainan Luis Suarez terus berkembang. Ia terus menunjukkan permainan terbaiknya bersama Club Nacional. Diceritakan juga, bahwa di usia 15 tahun, Luis Suárez dikartu merah karena beradu kepala dengan wasit.

Akhirnya tepat pada tahun 2003, Sofia dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Spanyol. Luis Luiz Suarez sangat sedih, dia tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Dengan tekad yang besar, Suarez terus berlatih dan meningkatkan permainannya agar bisa menyalip wanita idamannya di Spanyol.

Akhirnya Usaha dan perjuanganya tidak sia-sia, bersama Club Nacional, Luis Suarez berhasil mencetak 12 gol dari 29 penampilan bersama timnya. Penampilannya yang luar biasa ternyata menarik minat pelatih tim yunior Uruguay tersebut.

Bersama Uruguay, Suarez berhasil masuk dalam skuad yang berlaga di Piala Dunia U-20 2007. Meski tak mampu menjadi juara, ia tetap melakukan sesuatu yang luar biasa.

Suarez yang masih berusia 19 tahun berhasil menunjukkan minat klub Belanda, Fc Groningen. Di sinilah harapan Suarez datang. Dia sangat senang karena akhirnya bisa bermain di Eropa. Selain itu, Sofia juga mengikutinya ke Belanda.

Awal karirnya di FC Groningen tidak begitu mulus, Luis bermain kurang bagus, manajemen mengira mereka telah melakukan kesalahan besar karena merekrut Luis Suarez. Namun, Sofia terus berusaha hingga menemukan performa terbaiknya. Luis Suarez sangat berterima kasih kepada Sofia. Dan, performa hebatnya berlanjut ke Ajax Amsterdam.

Suarez menandatangani kontrak dengan Ajax tepat pada musim panas 2007 dan melakukan debutnya di pertandingan kualifikasi Liga Champions Eropa melawan Slavia Praha. Bersama Ajax, Suarez mulai muncul ke permukaan. Kehebatannya dilirik oleh banyak klub besar Eropa. Luis mencetak 111 gol dalam 159 pertandingan bersama Ajax.

Karena penampilannya yang impresif, Luis Suarez masuk ke dalam skuat Uruguay yang berlaga di Piala Dunia 2010. Di ajang tersebut, Suarez sempat menimbulkan kontroversi tepatnya pada laga 8 ronde terakhir melawan Ghana, saat ia sengaja melakukan handball di kotak penalti. Namun, kontroversi justru membawa berkah bagi Uruguay, karena tendangan penalti Asamoah Gyan gagal. Dan akhirnya Uruguay juga menang lewat adu penalti melawan Ghana. Di Afrika, Luis Suarez mampu membawa Uruguay finis di empat besar.

Setelah turnamen akbar tersebut, Luis Suarez mampu mencetak 100 gol melawan PAOK di babak kualifikasi liga champions 2010/11. Ini membuatnya sejajar dengan beberapa legenda Ajax seperti johan cruiyf dan marco van basten yang sudah mencetak 100 atau lebih gol untuk ajax. Bersama Ajax Luis juga memulai debutnya di Liga Champions melawan AC Milan pada 28 September 2010. Di akhir karirnya bersama Ajax, Suarez membuat ulah dengan menggigit pemain PSV, Otman akan, ia dijatuhi hukuman tidak dimainkan dua pertandingan. Selain itu koran harian The Telegraaf pernah menyebutkan bahwa Suarez adalah 'Ajax kanibal'.

Pada 28 Januari 2011 Luis Suarez resmi diboyong ke Anfield dengan bayaran 22 juta euro atau sekitar Rp. 352 Miliar. Di Liverpool, penampilan Suarez benar-benar cemerlang. Dia mencetak banyak gol untuk membantu Liverpool memenangkan banyak pertandingan. Namun, dia dilarang melakukan rasisme. Luis Suarez dinilai bertindak rasis terhadap lawannya di Manchester United, Patrick Evra. Di musim pertamanya, Suarez mampu mencetak 17 gol dalam 39 pertandingan.

Meskipun gagal memenangkan Liga Premier bersama Liverpool dan terlibat dalam kontroversi, Luis Suarez memenangkan banyak penghargaan individu termasuk Pemain Terbaik Pemain PFA musim 2013/14 dan Pemain Terbaik FWA Tahun Ini di musim yang sama.

Dari beberapa penampilan terbaiknya membuat menarik minat klub Spanyol, FC Barcelona. Karena ingin dekat dengan keluarga Sofia, Suarez tidak berpikir panjang. Tepat pada 11 Juli 2014 ia resmi berhasil menginjakkan kaki di Camp Nou dengan biaya mencapai 80 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun. Namun empat bulan pertama Suarez belum bisa bermain untuk Barca, karena masih menjalani hukuman skorsing akibat menggigit Giorgio Chielini di piala dunia 2014. Ia baru menjalani debut kompetitif bersama Barca pada 25 Oktober 2014 saat menghadapi Real Madrid di la Liga.

Bersama Messi dan Neymar, Luis Suarez sukses membentuk trio maut. Di musim pertamanya membela Barca, Suarez menjadi pilar penting kesuksesan La Blaugrana meraih Treble winner, trofi La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions Eropa.



Seperti yang telah disebutkan di atas, Luis Suarez adalah pemain asal Uruguay. Dia telah membela Uruguay u-20 dan u-23. Setelah itu Luis Suarez selalu menjadi andalan timnas senior. Ia melakukan debutnya di tim senior pada 7 Februari 2007 saat Uruguay menang 3-1 atas Kolombia. Luis Suarez selalu tercatat sebagai bagian dari timnas di berbagai ajang besar. Dia tampil di piala dunia 2010, setahun kemudian dia juga tampil di Copa America. Di Copa America kali ini ia mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa gelar juara negaranya. Dalam ajang ini ia juga menciptakan 4 gol dan 2 assist dari 6 pertandingan.

Kemudian berkat penampilan terbaiknya bersama klub saat itu, Liverpool, ia dipanggil oleh pelatih Oscar Osarez untuk memperkuat timnas U-U23 di Olimpiade 2012. Penampilannya bersama timnas selalu konsisten, terakhir ia juga menjadi andalan La Celeste di Copa America 2019. Saat itu, Suarez memegang posisi pencetak gol terbanyak timnas uruguay dengan mencetak 57 gol.

Selain itu Suarez juga aktif di media sosial, ia memiliki pengikut Instagram lebih dari 30 juta, ini terbesar bagi masyarakat uruguay.

Begitulah kisah perjalanan hidup Luis Suarez.  Dan dia merupakan tipe pemain sepak bola yang baik. Luis Suarez merupakan salah satu dari banyak pemain sepak bola yang sukses berangkat dari nol.

Pesan romantis Suarez untuk istrinya Sofia “Ketika saya masih kecil, ada beberapa orang di sekitar saya yang memberikan pengaruh buruk Saya bertemu pacar saya Sofia, yang sekarang menjadi istri saya, saya pikir semuanya berubah. Dia sangat penting bagi saya, karena dia mengarahkan saya kembali ke jalur yang saya inginkan."

Luis Suarez - All 30 Goals