Peluang dan Tantangan, Pendidikan Karakter serta Profesi Yang Dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.

Peluang dan Tantangan, Pendidikan Karakter serta Profesi Yang Dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.

Istilah Indonesia 4.0 (bukan mistik angka 4 ya). Kita pasti sudah tidak asing lagi. Awal mula dari istilah ini adalah terjadinya revolusi industri di seluruh dunia, yang mana merupakan sebuah revolusi industri keempat. karena perubahan yang terjadi memberikan efek besar kepada ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi industri 4.0 bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan.

Peran teknologi di era revolusi industri 4.0 mengambil alih hampir sebagian besar  aktivitas perekonomian dan pekerjaan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk dunia kerja dan bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Revolusi industri 4.0 menggabungkan mesin, alur kerja dan sistem dengan penerapan jaringan cerdas di sepanjang prosesnya. Revolusi industri 4.0 mampu melenyapkan sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga menghadirkan jenis pekerjaan baru, (sudah menjadi hukum alam).

 

A. Dilansir dari Boston Consulting Group (BCG) menyebutkan empat area yang terpengaruhi oleh revolusi industri 4.0.

a. Pertama adalah produktivitas. Di era ini prosuden semakin gencar meningkatkan produktivitasnya demi mencukupi kebutuhan konsumen, terlebih lagi dukungan kemajuan teknologi yang mempermudah proses produktivitas.

b. Kedua, Revenue Growth (pertumbuhan pendapatan) dengan peningkatan produktivitas yang tajam, pastinya jumlah pendapatan akan meningkat pula.

c. Ketiga Employment (pekerjaan) dapat diartikan juga meningkatnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Hal ini cukup mengejutkan, banyak orang membuat kajian tentang banyaknya peran manusia yang digantikan oleh mesin dan nantinya kita akan kehilangan pekerjaan? tetapi, menurut Boston Consulting Group (BCG) sesuai dengan case di Jerman simulasikan diperkirakan akan naik sampai dengan 6 persen selama sepuluh tahun kedepan, dengan syarat skill yang perlukan akan berbeda seiring kemajuan teknologi.

d. Keempat, invesment (penanaman modal) yang semakin naik, hal ini dipengaruhi oleh naikknya tiga aspek sebelumnya. Dengan melakukan investasi seseorang mampu mengembangkan perusahaan dan mengembangkan industri sehingga menyebabkan market volatility yang sangat besar.

Namun pertanyaan yang mendasar adalah Indonesia dibagian mana? Karena masih banyak wilayah yang tertinggal dengan berbagai keterbatasan, seperti belum teraliri listrik dan belum tersentuh internet, namun dalam menyukseskan Indonesia 4.0 tidak serta merta berupa ketersediaan akses internet dan kepekaan terhadap sosial media. Diperlukan kesiapan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, harmonisasi aturan dan lain sebagainya. Tidak hanya itu juga, dukungan dari semua pihak juga perlu, baik pemerintah, pelaku industri dan SDM harus aktif berinovasi dan menjalankan peran masing-masing semaksimal mungkin demi terciptanya sinergi yang baik untuk mendukung kemajuan sektor industri tanah air.

Saat ini kita berada di zaman dimana Revolusi Industri 4.0 baru saja dimulai. Lalu seperti apa sebenarnya Revolusi Industri 4.0?

Peluang dan Tantangan, Pendidikan Karakter serta Profesi Yang Dibutuhkandi Era Revolusi Industri 4.0 

Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Dimana hal itu merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja dan biaya.

Penerapan Revolusi Industri 4.0 di pabrik-pabrik saat ini juga dikenal dengan istilah Smart Factory. Tidak hanya itu, saat ini pengambilan ataupun pertukaran data juga dapat dilakukan on time saat dibutuhkan, melalui jaringan internet. Sehingga proses produksi dan pembukuan yang berjalan di pabrik dapat termotorisasi oleh pihak yang berkepentingan kapan saja dan dimana saja selama terhubung dengan internet.

Bila kita melihat kembali Revolusi Industri 3.0 dimana merupakan titik awal dari era digital revolution, yang memadukan inovasi di bidang Elektronik dan Teknologi Informasi.

Ada perdebatan apakah Revolusi Industri 4.0 cocok disebut sebagai sebuah revolusi industri atau hanya sebuah perluasan atau pengembangan dari Revolusi Industri 3.0.

Namun nyatanya, perkembangan Revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri  4.0 sangat signifikan, hal baru yang sebelumnya tidak pernah ada di era Revolusi Industri 3.0 mulai ditemukan.

Para ahli meyakini era ini merupkana era dari Revolusi Industri 4.0, dikarenakan terdapat banyak inovasi baru di Industri 4.0, diantaranya

1. Internet of Things (IoT).

2. Big Data.

3. Percetakan 3D.

4. Artifical Intelligence (AI).

5. Kendaraan tanpa pengemudi.

6. Rekayasa genetika.

7. Robot dan mesin pintar.

Salah satu hal terbesar didalam Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of Things

Peluang dan Tantangan, Pendidikan Karakter serta Profesi Yang Dibutuhkandi Era Revolusi Industri 4.0 

IoT (Internet of Things) memiliki kemampuan dalam menyambungkan dan memudahkan proses komunikasi antara mesin, perangkat, sensor, dan manusia melalui jaringan internet. Sebagai contoh kecil, apabila sebelumnya di era Revolusi Industri 3.0 kita hanya dapat mentransfer uang melalui ATM atau teller bank, saat ini kita dapat melakukan transfer uang dimana saja dan kapan saja selama kita terhubung dengan jaringan internet. Cukup dengan aplikasi yang ada di dalam gadget kita dan koneksi internet, kita dapat mengontrol aktifitas keuangan kita dimanapun dan kapanpun.

Selain Internet of Things, ada juga istilah Big Data yang berperan penting dalam Revolusi Industri 4.0.

Big data adalah seluruh informasi yang tersimpan di cloud computing. Analitik data besar dan komputasi awan, akan membantu deteksi dini cacat dan kegagalan produksi, sehingga memungkinkan pencegahan atau peningkatan produktivitas dan kualitas suatu produk berdasarkan data yang terekam. Hal ini dapat terjadi karena adanya analisis data besar  dengan sistem 6c, yaitu connection, cyber, content atau context, community dan customization.

Proses tersebut dapat memberikan wawasan yang berguna bagi manajemen pabrik. Data diproses dengan alat canggih (analitik dan algoritma) untuk menghasilkan informasi yang logik. Data yang diproses tersebut juga dapat membantu mempertimbangkan adanya masalah yang terlihat dan tidak terlihat di pabrik industri. Algoritma pembuatan informasi harus mampu mendeteksi  masalah yang tidak terlihat seperti degradasi mesin dan kehausan komponen.

Indonesia pun saat ini mulai menggarap konsep Revolusi Industri 4.0 secara serius. Strategi Indonesia salah satunya, melalui Kementerian Perindustrian mecoba membuat sebuah roadmap bertajuk Making Indonesia 4.0. Sosialisasipun sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di beberapa kesempatan. Bagaimana tanggapanmu mengenai Revolusi Industri 4.0? Dan apa langkahmu dalam membantu pemerintah dalam menggalakkan Indonesia 4.0? 

 

B. Pendidikan Karakter Di Era Revolusi Industri 4.0 

Zaman yang mengalami perubahan semakin super cepat mengharuskan para akademik untuk mengikuti juga perubahan tersebut. Zaman yang selalu berubah hanya bisa dihadapi dan ditaklukkan oleh orang yang mengetahui zeitgeist (spirit zaman), tentu saja hal ini harus ditangkap oleh guru serta pendidik sebagai penentu kemajuan pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).

Teknologi dalam dunia pendidikan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Saat ini, dunia pendidikan dihadapkan pada era revolusi industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 dengan segala tantangan dan dampaknya sudah menyadarkan berbagai kalangan bahwa mengupgrade diri merupakan bagian penting yang harus dilakukan agar tetap bisa bersaing dan bertahan hidup. Long life learning menjadi tuntutan bagi setiap orang agar pengetahuan dan keterampilannya terus terjaga meski perubahan zaman terjadi begitu cepat dan dinamis.

Perubahan era ini tidak dapat dihindari oleh siapapun sehingga dibutuhkan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan berkarakter agar siap menyesuaikan dan mampu bersaing dalam skala global. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter melalui jalur pendidikan mulai dari pendidikan dan menengah hingga keperguruan tinggi adalah kunci untuk mampu mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0.

Dampak revolusi indutri 4.0 bagi dunia pendidikan terjadi pada era modern ini, informasi dan teknologi mempengaruhi aktivitas sekolah dengan sangat masif, informasi dan pengetahuan baru menyebar dengan mudah dan aksesibel bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pendidikan mengalami disrupsi yang sangat hebat sekali. Meskipun teknologi ataupun sistem digital sudah semakin canggih tetapi, kelemahan di Negara +62 yaitu pendidikan karakter atau pendidikan moral. 

Pendidikan karakter adalah usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pemerdayaan potensi dan membangun karakter peserta didik.

Tujuan pendidikan karakter untuk dapat membentuk penyempurnaan diri terhadap perkembangan emosional, spiritualitas dan kepribadian seseorang.

Pendidikan karakter juga memiliki peranan yang sangat penting untuk menanamkan sikap :

1. Religius.

2. Mengajarkan sikap jujur.

3. Mendidik sikap toleransi terhadap sesama.

4. Mengajarkan memiliki pribadi yang disiplin.

5. Membentuk pribadi menjadi seorang yang pekerja keras dan menumbuhkan sikap tanggung jawab.

Selain itu karakter-karakter yang ditanamkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu, menumbuhkan sikap integritas, sikap mandiri, sikap gotong royong dan sikap nasionalisme serta sikap religius.

Pentingnya pendidikan karakter karena sangat erat hubungannya dengan sifat dan tingkah laku manusia, karakter menjadi penting sebagai pembeda antar manusia.

Dengan karakter yang baik, sudah pasti kita bisa berfikir sebelum melakukan sesuatu, baik ucapan maupun perbuatan.

Adanya problem moral juga dapat kita lihat dari kasus moral yang pernah menimpa didunia pendidikan dan sebagai aspek kepribadian dari seseorang seperti mentalitas, sikap dan perilaku yang harus di didik.

Untuk menumbuhkan pendidikan karakter kita tidak harus menambahkan mata pelajaran tentang karakter karena mata pelajaran yang ada disekolah sudah begitu banyak.

Sebenarnya pendidikan karakter itu sudah kita pelajari disekolah maupun dilingkungan sekitar kita namun kebanyakan dari kita pendidikan itu hanya dibicarakan bukan dipraktikkan.

Mencetak peserta didik dengan nilai akademis yang tinggi itu memang tidak mudah, namun mencetak peserta didik dengan akhlak yang bagus dan nilai akademis yang tinggi itu jauh lebih sulit.

Untuk mencetak peserta didik dengan akhlak yang bagus dan nilai akademis yang tinggi diperlukan kesadaran, ketegasan dan kebiasaan yang baik terlebih dari seorang pendidik untuk memberikan contoh yang baik bagi peserta didik.

Pendidikan semacam ini merupakan pembelajaran tentang tata krama, sopan santun dan adat istiadat menjadi pendidikan karakter untuk mengurangi permasalahan moral dan tingkah laku peserta didik.

Implementasi pendidikan di era revolusi industri 4.0 ini sangat penting didunia pendidikan, karena revolusi industri 4.0 adalah sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri, maupun bidang lainnya yang mulai menggunakan teknologi digital dan otomatisasi.

 

C. Profesi Yang Dibutuhkandi Era Revolusi Industri 4.0 

Peluang dan Tantangan, Pendidikan Karakter serta Profesi Yang Dibutuhkandi Era Revolusi Industri 4.0 

Dalam EconMark, analis analis Bank Mandiri mencatat beberapa Industri yang berkembang paling pesat sepanjang periode Juni 2017-May 2018. Tercatat industri perangkat lunak dan jasa sistem informasi merupakan yang paling pesat pertumbuhannya di Indonesia, ASEAN, maupun secara global. Disusul oleh industri pariwisata dan industri keuangan.

Artinya bidang itulah yang akan masih akan tumbuh berkembang dan membuka kesempatan yang lebih banyak untuk para generasi muda.

Jadi untuk mereka yang ingin masuk dalam industri tersebut sudah harus bersiap dengan teknologi. Adapun industri yang tumbuh paling lambat di +62 adalah Seni, Disain dan Keselamatan Publik.

Pola yang hampir sama juga terjadi secara global, yang menandakan arah perkembangan industri di Indonesia sejalan dengan tren global.

Berdasarkan survei pekerjaan masa depan yang dilakukan oleh World Economic Forum, beberapa pekerjaan diproyeksikan tumbuh hingga 33% pada tahun 2022. Pekerjaan tersebut antara lain:

1. Saintis dan Analis Data (Data Analyst and Scientist).

2. Spesialis Kecerdasan Buatan (AI and Machine Learning Specialist).

3. Spesialis Big Data (Big Data Specialist).

4. Pengembang dan Analis Perangkat Lunak dan Aplikasi (Software and Application Developers and Analyst).

5. Profesional Inovasi (Innovation Professionals).

6. Analis Informasi Keamanan (Information Security Analyst).

7. Spesialis Teknologi Baru (New Technology Specialist).

8. Spesialis Blockchain (Blockchain Specialist).

9. Perancang Interaksi Mesin-Manusia dan Pengalaman Pengguna (User Experience and Human-Machine Interaction Designers).

10. Profesional Penjual dan Pemasaran (Sales and Marketing Professionals).

 

Bagaimana informasi di atas? Semoga bermanfaat,ya!   

Siapkan diri kita untuk berada di era Revolusi Industri 4.0, terus selalu menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi sikap dan karakter juga harus terus ikut dikembangkan.