Untuk Usia Berapa Dapat Dilakukan Suntik Botox Kecantikan

Untuk Usia Berapa Dapat Dilakukan Suntik Botox Kecantikan

Botolinum disingkat dengan botox lebih terkenal untuk perawatan kecantikan tanpa pembedahan. Di dunia seputar kecantikan, perawatan dengan botox ini digunakan untuk perawatan anti-penuaan atau anti-aging dan menghilangkan garis-garis halus serta kerutan diwajah. Jadi lebih dikhususkan untuk perawatan wajah yang usia diatas umur 30 tahun (dewasa).

Perawatan Botox ini berguna untuk menghilangkan kerutan, terutama pada daerah dahi dan sekitar mata, juga digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian tertentu yang ada di area wajah seperti pembentukan bibir, memancungkan daerah hidung, memperbesar bentuk dari mata agar terlihat cantik.

Pada Umumnya, perawatan botox aman apabila disuntikkan dalam kadar kecil atau sesuai dosis yang baik oleh dokter. Dalam memberi suntikan agar diarahkan langsung tepat ke sasaran sehingga membuatnya tidak berpengaruh kepada otot yang lain. Untuk perawatan Botox sendiri adalah racun yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum. Food and Drug Administration disingkat FDA dari Amerika telah memberi persetujuan bahwa botox adalah perawatan sementara yang berguna untuk menghilangkan kerutan pada area kulit wajah orang dewasa. Di Indonesia, Botox sudah terdaftar resmi sebagai relaksan otot dengan kategori termasuk dalam obat keras yang hanya bisa dibeli melalui resep dokter. Yang merupakan rekomendasi dari Dokter Aesthetic Clinic Kecantikan Jakarta Dan Bandung.
 
Perawatan dari Botox merupakan pilihan terbaik sebagian wanita untuk menghilangkan kerutan di area wajah. Penggunaan botox ini dilakukan harus sesuai kebutuhan. Pertanyaannya : Kapan waktu terbaik dan tepat untuk melakukan perawatan botox?

Menurut para ahli sepakat dan menyetujui bahwa botox dapat dilakukan sejak usia pertengahan 20-an. Dengan tujuan untuk pencegahan adanya pembentukan kerutan sedini mungkin. Tetapi, ada juga yang memberi saran agar melakukan botox saat terbentuk garis-garis halus akibat ekspresi pada wajah. Pembentukan garis-garis halus ini kemungkinan akan muncul pada usia 25 tahun atau akan menjelang usia 30 tahun. Apabila Anda merasa usia 20 tahun terlalu dini atau muda untuk melakukan perawatan botox, para ahli tidak terlalu mempermasalahkan apabila seseorang memulai perawatan botox di usia 30 tahun atau sekitar usia 35 tahun. Saat kita merasa kulit wajah benar-benar dijaga dan tidak muncul adanya garis-garis halus.

Penggunaan botox sendiri disesuaikan pada warna kulit dan gaya hidup seseorang. Pada ras kaukasia pada umumnya, perawatan botox lebih baik dilakukan saat usia 35 sampai 40 tahun. Sedangkan untuk mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap, perawatan botox lebih baik dilakukan pada saat usia 40 sampai 45 tahun.

Selain itu, Adanya paparan dari sinar matahari juga sangatlah penting. Semakin kita sering terpapar oleh sinar matahari, maka semakin cepat seseorang membutuhkan perawatan dari botox. 
 
A. Sebelum Memutuskan untuk melakukan Suntik Botox
Apabila Anda mempertimbangkan untuk melakukan suntik botox, Anda diharuskan memberikan keyakinan untuk alasan anda melakukan suntik botox tersebut, dikarenakan prosedur ini akan menelan pengeluaran biaya yang bisa dibilang cukup mahal dan tidak bersifat permanen.

Setelah merasa yakin, gunakanlah kesempatan waktu Anda untuk berkonsultasi dengan orang terdekat yang sudah pernah melakukan prosedur ini. Harap menanyakan referensi dokter yang berkualifikasi terbaik dan telah melakukan pelatihan untuk prosedur ini.
 
Seperti yang perlu Anda ketahui bahwa perawatan botox ini bukanlah merupakan obat bebas, sehingga apabila botox tidak dilakukan oleh dokter ahli, Anda sebaiknya perlu mencermati jenis serta merek dari botox yang digunakan. Sebaiknya pastikan benar bahwa alat suntik dan cairan botox yang digunakan masih dalam kondisi yang baru dan tersegel. 




Tetaplah selalu berhati-hati, akan adanya risiko yang ditimbulkan oleh prosedur ini yang dapat terjadi pada Anda. Untuk itu yang harus dilakukan untuk meminimalkan adanya  risiko dan efek samping dari kemungkinan yang dapat ditimbulkan, berikut ini adalah beberapa hal yang harus menjadi perhatian anda sebelum menjalani suntik dari botox :

1. Adanya Informasi tentang Anda sedang dalam masa percobaan untuk hamil, sedang hamil, ataupun sedang masa menyusui.
 
2. Apabila mengalami adanya pembengkakan atau infeksi di sekitar area yang akan disuntik, sebaiknya segera beritahu kepada dokter.
 
3. Adanya informasi tentang riwayat mengalami gangguan otot seperti kelemahan otot.
 
4. Adanya informasi mengenai pernah mengalami kesulitan bernapas ataupun menelan.
 
5. Adanya informasi mengenai pernah mengalami alergi atau reaksi tertentu terhadap obat.
 
6. Disarankan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahli farmasi atau dokter ahli, apabila Anda ingin konsumsi obat-obatan di luar perawatan botox, contohnya obat pengencer darah.
 
7. Sebaiknya menghindari berkendara atau melakukan aktivitas apa pun yang memerlukan penglihatan dan konsentrasi setelah menerima suntikan botox.
 
Pada umumnya, melakukan suntik perawatan botox ini relatif tergolong aman apabila jika dilakukan oleh dokter ahli atau tenaga medis profesional yang telah terlatih dan memiliki sertifikasi terbaik. Sebaiknya konsultasikanlah kepada dokter secepatnya apabila saat pasca-suntikan botox ini terjadi adanya efek samping yang tidak diinginkan agar dilakukan pencegahan dan pemulihan sedini mungkin.
 

Penggunaan dosis di bawah ini dilakukan untuk orang dewasa. Apabila anak Anda disarankan untuk melakukan suntik botox, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu kepada dokter ahli tentang manfaat dan risiko dari suntik botox.

a. Untuk adanya kerutan dan keriput di area wajah.
4 unit di tiap titik suntikan, pada 3-5 di area kerutan sekitar wajah.
 
b. Untuk Migrain.
155 unit, dibagi menjadi 7 titik suntikan yang terletak di kepala dan leher.
 
c. Untuk kaku pada otot.
75-400 unit, dibagi menjadi beberapa titik suntikan pada otot yang kaku. Diberikan dosis maksimal 50 unit pada setiap titik suntikan.
 
d. Untuk penyakit cervical dystonia.
200-300 unit, dibagi menjadi beberapa titik suntikan pada otot yang mengalami adanya gangguan. Pemberian dosis maksimal 50 unit pada setiap titik suntikan.
 
e. Untuk Ketiak basah dan keringat berlebih atau disebut hiperhidrosis pada ketiak.
50 unit di masing-masing ketiak, dibagi menjadi merata dalam beberapa titik suntikan.
 
f. Untuk area kelopak mata yang berkedut.
1.25-2.5 unit di masing-masing otot sekitar area mata dan dapat ditingkatkan apabila perlu. Pemberian dosis maksimal 5 unit tiap area.

g. Untuk Mata juling.
Pemberian untuk dosis awal 1.25-2.5 unit, pada masing-masing otot penggerak bola mata. Untuk Dosis maksimal 25 unit tiap area.
 
h. Untuk buang air kecil yang tidak terkontrol.
Pemberian dosis maksimal 100 unit di daerah otot kandung kemih
 
Penyuntikkan botox dapat mengulang kembali sebaiknya minimal dalam kurun waktu sekitar 3 bulan. 
 
 
B. Penggunaan Botox Dengan Baik dan Benar

Sebaiknya penyuntikkan Botox dilakukan suntikan oleh dokter ahli. Daerah yang harus disuntik sangat tergantung kepada kondisi yang dialami oleh pasien.

Jika suntik botox dilakukan di bagian otot area mata, dokter akan memberikan saran kepada pasien untuk menggunakan obat tetes mata, salep, atau lensa kontak khusus yang berguna untuk melindungi permukaan di area mata.

Untuk penderita yang mengalami ketiak basah, agar disarankan untuk mencukur terlebih dahulu bulu ketiak dan tidak menggunakan deodoran atau parfum, sehari sebelum dilakukan penyuntikkan. Sebaiknya disarankan untuk tidak berolahraga dan konsumsi makanan atau minuman yang panas, setengah jam sebelum dilakukan penyuntikkan.

Untuk waktu yang dibutuhkan sehingga efek dari botox agar terlihat secara lebih signifikan, itu dapat dirasakan dapat dirasakan perbedaan pada tiap individu atau orang. Secara umum, efeknya dapat terlihat sekitar dalam beberapa hari dan akan tetap bertahan selama kurun waktu 3 sampai 6 bulan.

Sebaiknya mengulangi suntikan setiap 3 bulan atau sesuai anjuran dari dokter, agar mempertahankan efek dari botox tersebut. Sebaiknya disarankan untuk melakukan suntik botox dengan dokter yang sama pula. Apabila terjadi adanya perubahan, segeralah beri tahu tentang kondisi dan frekuensi suntikan botox sebelumnya, agar pemberian dari suntik botox segera dapat disesuaikan dan dipulihkan.

Dibawah ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi, apabila botox digunakan bersamaan dengan obat lain, yaitu:

a. Terjadi adanya peningkatan dari efek botox apabila digunakan bersamaan dengan antibiotik berjenis aminoglikosida dan obat sejenis untuk penghambat asetilkolin, contohnya donepezil.
 
b. Dapat menyebabkan terjadinya otot lebih lemah apabila dikombinasikan dengan obat pelemas otot, contohnya eperisone. 
 
 
C. Terjadi Adanya Efek Samping Dari Botox
 
Adanya efek samping yang selalu muncul adalah adanya reaksi setempat pada area dari suntikan, seperti adanya memar, bercak kemerahan, nyeri dan infeksi pada area suntik. Efek botox bersifat hanya setempat atau sementara saja, sehingga tidak menimbulkan adanya efek samping yang berpengaruh pada sistem tubuh secara umum.

Adanya efek samping lain yang kemungkinan muncul tergantung dari tujuan dan tempat suntikan. Ini ada beberapa efek sampingnya meliputi:

1. Adanya Gangguan pada mata, misalnya penglihatan ganda, mata kering, iritasi mata, kelopak mata bengkak, radang pada selaput bening mata (kornea), mata sensitif terhadap cahaya. 
2. Terjadi Sakit di leher atau punggung.
3. Menjadi kesulitan menelan.
4. Menyebabkan Mulut menjadi kering.
5. Terjadi adanya Sesak napas.
6. Menjadi Susah buang air kecil.
7. Terjadi Nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil.
8. Adanya Infeksi pada saluran kemih.
9. Adanya Keringat yang berlebihan selain di area ketiak. 
 
Oleh karena itu, Jika ingin menjalani perawatan kecantikan botox yang baik sebaiknya penting untuk memilih Aesthetic Clinic yang terpercaya yang memiliki dokter ahli dibidanya. sehingga hal ini dapat meminimalkan dan menghindari risiko berbahaya yang dapat merusak tubuh.