Gejala, Penyebab dan Mengobati Serta Resiko Penyakit Kelenjar Tiroid

Gejala, Penyebab dan Mengobati Serta Resiko Penyakit Kelenjar Tiroid

Bangun pagi ini udara terlihat segar dan matahari bersinar terang, namun saat melihat isi WA di Hp, salah satu istri teman terkena penyakit Kelenjar Tiroid, tidak lama saya coba searching di google Gejala, Penyebab dan Mengobati Penyakit Kelenjar Tiroid akhirnya saya dapatkan disitus alodokter.com.

Penyakit tiroid adalah gangguan yang disebabkan oleh kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan bukan penyakit yang menular.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher dan berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh. Gangguan pada kelenjar tiroid dan hormon tiroid akan menimbulkan gejala penyakit tiroid yang berbeda-beda, tergantung jenis dan penyebabnya 

Penyakit tiroid terjadi ketika kelenjar tiroid mengalami perubahan bentuk, serta menghasilkan hormon tiroid yang terlalu sedikit (hipotiroidisme) atau terlalu banyak (hipertiroidisme). Perubahan bentuk kelenjar tiroid sendiri dapat disebabkan oleh penyakit gondok, nodul tiroid, dan kanker tiroid.

 

1. Jenis dan Penyebab Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid yang umum ditemukan adalah:

A. Hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah kondisi ketika jumlah hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid terlalu sedikit.

B. Hipertiroidisme. Hipertiroidisme adalah penyakit tiroid yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh.

C. Penyakit gondok. Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di leher.

D. Nodul tiroid. Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang terbentuk dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista.

E. Kanker Tiroid. Kanker tiroid adalah penyakit tiroid yang terjadi akibat munculnya jaringan kanker pada kelenjar tiroid.  

 

2. Penyebab penyakit tiroid berbeda-beda, tergantung jenisnya. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab dan pemicu munculnya penyakit tiroid, antara lain:

a. Kekurangan yodium (iodium).

b. Peradangan pada kelenjar tiroid atau tiroiditis.

c. Faktor genetik.

d. Pasca melahirkan.

e. Autoimun.

f. Gangguan pada kelenjar pituitari atau hipofisis. 

 

3. Penyakit tiroid dapat terjadi pada siapa saja, namun terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko menderita sakit tiroid, di antaranya:

a. Berjenis kelamin wanita.

b. Berusia diatas 60 tahun.

c. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tiroid.

d. Memiliki riwayat menderita penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit autoimun.

e. Pernah menjalani pengobatan dengan iodium radioaktif.

f. Pernah menjalani operasi tiroid.

g. Pernah menjalani radioterapi pada dada. 

 

4. Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Tiroid

Tergantung jenis penyakitnya, gejala yang timbul pada penyakit tiroid adalah munculnya benjolan di leher. Selain benjolan, gejala lain yang dapat muncul adalah gejala akibat perubahan hormon tiroid, apakah hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

I. Penderita hipertiroidisme dapat mengalami gejala berupa:

a. Tremor.

b. Turunnya berat badan.

c. Mudah berkeringat.

d. Gangguan tidur.

e. Gugup, cemas, dan mudah tersinggung.

f. Jantung berdebar. 

II. Penderita hipotiroidisme dapat mengalami gejala berupa:

a. Mudah mengantuk dan cepat letih (letargi).

b. Mudah lupa.

c. Mudah merasa kedinginan.

d. Kulit dan rambut menjadi

e. Suara serak.

f. Pembengkakan pada bagian tubuh (edema).

g. Khusus perempuan, menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.

 

5. Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter jika muncul gejala-gejala penyakit tiroid, yaitu muncul benjolan di leher atau gejala hipertiroidisme dan hipotiroidisme.

Jika Anda menderita sakit tiroid, lakukan kontrol rutin untuk pengobatan penyakit tiroid. Kontrol rutin ke dokter endokrin bertujuan untuk memantau perkembangan penyakit dan evaluasi pengobatan.

Hipotiroidisme dan hipertiroidisme dapat menimbulkan komplikasi berupa koma miksedema dan krisis tiroid. Kedua kondisi tersebut merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani. Oleh karena itu, segera ke IGD bila Anda menderita penyakit tiroid dan timbul gejala demam, kejang, atau tidak sadarkan diri.

 

6. Diagnosis Penyakit Tiroid

Proses diagnosis penyakit tiroid membutuhkan pemeriksaan yang detail. Namun, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari penyebabnya. Salah satunya adalah dengan memeriksa benjolan di leher.

Setelah memeriksa pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi: 

A. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk evaluasi fungsi kelenjar tiroid. Dengan tes darah dapat diukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone). Dari tes ini, dapat diketahui apakah pasien mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

B. Pemindaian

Selain tes darah, dapat juga dilakukan pemindaian melalui USG tiroid atau nuklir tiroid. Dari pemeriksaan tersebut, dapat diketahui ukuran serta jenis benjolan yang dialami pasien.

C. Biopsi

Jika diduga penyakit tiroid yang diderita adalah kanker tiroid, dokter dapat menyarankan pasien menjalani biopsi. Biopsi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan tiroid dan dianalisis di laboratorium.

D. Pengobatan Penyakit Tiroid

Jenis pengobatan penyakit tiroid tergantung jenis dan penyebabnya. Terdapat tiga cara yang biasanya dilakukan dalam penanganan penyakit tiroid, yaitu:

E. Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung dari jenis penyakit tiroid yang dialami. Fungsi obat-obatan yang diberikan umumnya adalah untuk:

a. Menggantikan hormon tiroid dalam tubuh pada hipotiroid.

b. Menurunkan produksi hormon tiroid dalam tubuh pada hipertiroid.

c. Menghancurkan sel-sel tiroid.

Pemberian obat-obatan juga ditujukan untuk mengatasi gejala lain yang timbul, seperti menurunkan detak jantung yang meningkat.

F. Terapi iodium radioaktif

Terapi iodium radioaktif atau nuklir tiroid dilakukan dengan cara menyuntikkan iodium radioaktif ke dalam tubuh yang kemudian diserap oleh kelenjar tiroid. Iodium radioaktif berperan untuk menghancurkan jaringan tiroid abnormal.

G. Operasi

Operasi yang biasanya dilakukan pada penyakit tiroid adalah operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi. Prosedur ini bisa dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar atau benjolan yang terdapat di dalam kelenjar.

Beberapa penyakit tiroid memerlukan terapi kombinasi, dan penderitanya mungkin perlu menjalani pengobatan seumur hidup. Meskipun demikian, dengan pengobatan yang tepat, penyakit tiroid tidak membahayakan nyawa.

H. Komplikasi Penyakit Tiroid

Komplikasi yang dapat timbul akibat penyakit tiroid tergantung pada jenis dan penyebab penyakit tiroid yang diderita. Namun secara umum, penyakit tiroid dapat menimbulkan komplikasi berupa:

I. Krisis tiroid

Krisis tiroid terjadi ketika hipertiroidisme tidak ditangani dengan baik dan menyebabkan tingginya kadar hormon tiroid dalam tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai organ tubuh bekerja dengan cepat hingga memicu kegagalan fungsi sejumlah organ. Krisis tiroid merupakan kondisi darurat yang perlu segera ditangani.

J. Koma miksedema

Koma miksedema terjadi ketika hipotiroidisme tidak ditangani dengan baik, hingga memengaruhi fungsi otak. Sama halnya dengan krisis tiroid di hipertiroidisme, koma miksedema pada penderita hipotiroidisme perlu segera ditangani.

K. Pencegahan Penyakit Tiroid

Langkah pencegahan penyakit tiroid tergantung penyebab dan faktor risikonya. Sebagai contoh, hipotiroidisme akibat kekurangan asupan yodium dapat dicegah dengan mengonsumsi garam beryodium.

Seseorang yang menderita penyakit yang bisa berisiko menimbulkan penyakit tiroid, seperti diabetes dan penyakit celiac, perlu berkonsultasi dengan dokter secara berkala untuk memantau perkembangan penyakit. 

 

1. Risiko Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid 

Salah satu bagian tubuh yang memiliki peran penting adalah kelenjar tiroid. Kelenjar ini merupakan produsen sekaligus tempat penyimpanan hormon yang mengatur berbagai fungsi tubuh kita, termasuk detak jantung.

Gejala, Penyebab dan Mengobati Serta Resiko Penyakit Kelenjar Tiroid  

Kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon tiroid terletak di bagian bawah leher. Di belakang kelenjar tiroid terletak kelenjar paratiroid. Hormon tiroid ini ada 2 macam, yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Selain detak jantung, kehadiran hormon tiroid juga penting dalam membantu mengatur tekanan darah, suhu tubuh, dan proses mengubah makanan menjadi energi. Kehadiran kelenjar tiroid sangat penting, karena hormon yang dihasilkannya berdampak kepada fungsi tiap sel dalam tubuh. Kerja kelenjar tiroid ini dikontrol oleh hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormone) yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. 

Bila hormon dari kelenjar tiroid tidak memadai atau justru berlebihan, manusia dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan metabolisme tubuh yang tidak normal. Hal itu yang menjadi alasan hormon tiroid sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

 

2. Mengenali Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Beberapa gangguan yang sering terjadi pada kelenjar tiroid (penyakit tiroid), di antaranya:

a. Penyakit Hashimoto

Salah satu penyebab umum dari terlalu sedikit hormon tiroid adalah Hashimoto disease atau penyakit Hashimoto. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun, di mana terdapat kelainan pada sistem kekebalan tubuh sehingga sistem imun menyerang tubuh sendiri. Pada penyakit Hashimoto, kekebalan tubuh akan menghancurkan kelenjar tiroid secara perlahan-lahan, sehingga kemampuannya dalam memproduksi hormon juga terganggu.

Tidak mudah mendeteksi penyakit ini karena gejala yang tidak jelas, terutama jika masih pada tahap ringan. Beberapa gejala dari penyakit ini adalah kelelahan, depresi, sembelit, berat badan meningkat, kulit kering, serta rambut kering dan menipis. Gejala lain yang mungkin muncul adalah wajah pucat, menstruasi berat dan tidak teratur, tidak kuat dingin, dan gondongan.

b. Penyakit Grave

Jika penyakit Hashimoto penyebab paling umum hipotiroidisme, maka penyakit Grave adalah penyebab paling umum hipertiroidisme dan tirotoksikosis. Hipertiroidisme merupakan keadaan di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Penyakit Grave terjadi saat kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid. Dengan kata lain, penyakit ini juga adalah salah satu jenis gangguan autoimun.

Penyakit Grave termasuk kondisi turunan dan bisa terjadi pada siapa saja, terutama wanita yang berusia 20-30 tahun. Beberapa faktor pemicu risiko dari penyakit ini, antara lain merokok, hamil, dan stres. Gejala dari penyakit Grave saat hipertiroidisme muncul adalah gelisah, cepat marah, lelah, dan tremor pada tangan, keringat berlebih, detak jantung lebih cepat, sulit tidur, dan diare. Selain pembesaran kelenjar tiroid, masalah penglihatan juga dapat terjadi.

c. Struma

Gondok atau struma (goiter) adalah kondisi kelenjar tiroid yang mengalami pembesaran, namun bukan karena kanker. Salah satu penyebab pembesaran kelenjar tiroid adalah kekurangan yodium. Seseorang lebih berisiko mengalami pembesaran kelenjar tiroid, jika keluarga mereka pernah mengalaminya, memakai obat tertentu, terkena paparan radiasi, atau sedang hamil.

Saat pembesaran masih ringan, mungkin tidak ada gejala apapun yang dirasakan. Namun bila pembesaran sudah cukup besar, dapat timbul gejala sesak napas, sulit menelan, batuk, atau suara serak.

d. Nodul tiroid

Nodul tiroid terjadi jika ada benjolan pada kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat muncul di leher sebelah kanan, tengah, atau pun kiri. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun kemungkinan bisa dipicu karena kekurangan yodium dan penyakit Hashimoto. Nodul bisa berbentuk padat atau berisi cairan dan kebanyakan bersifat jinak. Pada kasus yang jarang, nodul ini bisa juga berkembang menjadi kanker.

Kebanyakan nodul tiroid tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun jika tumbuh cukup besar, maka gejala yang muncul bisa berupa sesak napas, sulit menelan atau nyeri. Pada kasus tertentu, nodul tiroid bisa juga menyebabkan produksi hormon meningkat atau hipertiroidisme. Jika hal ini terjadi, maka gejala yang muncul adalah denyut nadi lebih cepat, nafsu makan meningkat, tremor, penurunan berat badan, dan gugup.

Namun, jika kemunculan nodul diakibatkan oleh penyakit Hashimoto, maka penderita bisa mengalami gejala kelelahan, berat badan naik, tidak tahan cuaca dingin, rambut rontok, atau kulit kering.

Fungsi kelenjar tiroid dapat memengaruhi hampir semua mekanisme tubuh, sehingga penanganan harus dilakukan secara hati-hati. Konsultasi ke dokter untuk menentukan jenis gangguan dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Oleh: dr. Tjin Willy dan dr. Allert Benedicto Ieuan Noya